Sabtu, 22 September 2012

Pemanfaatan waktu luang mahasiswa

Pemanfaatan waktu luang mahasiswa


BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang Masalah
Kita telah sepakat bahwa kita semua di karuniai oleh sang maha pencipta potensi dan kesempatan yang sama berupa perangkat keras biologi yang sama, sumber daya mental yang sama, serta waktu yang sama dalam sehari. Yang membedakan itu semua diantara kita adalah seberapa benar program pikiran kita yang kita tanamkan dalam pikiran kita dan seberapa efektifnya kita menggunakan waktu yang ada (Ronal Hutagalung 2006: 29).
Sering kita mendengar pepatah ”Waktu adalah uang ”. Sadarkah kita bahwa waktu adalah sangat berharga ? Coba kita merenung berapa banyak yang sudah kita lakukan selama hidup kita? Dan apa yang sudah kita capai ?
Waktu UNIK karena waktu merupakan sumber pendapatan  yang tidak dapat diganti, tidak dapat disimpan, tidak dapat kembali lagi. Kita hidup di dalamnya tetapi kita tidak bisa meraba dan melihatnya. Kita tidak mungkin mendapatkan waktu yang kita butuhkan meskipun kita punya uang untuk membelinya.
Menurut Benjamin Franklin ” apakah anda mencintai hidup ? kalau begitu jangan menyia-nyiakan waktu ”. Tuhan memberikan waktu tertentu pada setiap manusia untuk  hidup di dunia. Dalam menjalani kehidupan, manusia harus mempunyai tujuan yang jelas yang harus dicapainya dalam kurun waktu hidup yang terbatas. Tujuan hidup manusia beragam ada yang berkaitan dengan ibadah, keluarga, pekerjaan, sekolah,  sosial  sehingga manusia harus pandai mengelola waktunya. Agar tujuan-tujuan tersebut dapat terwujud secara seimbang.
Semua orang memiliki jumlah waktu yang sama setiap harinya. Dalam satu minggu kita menghabiskan 168 jam. Setengah dari waktu yang kita gunakan habis karena empat hal, yaitu: tidur, makan, bergaul dan hubungan interpersonal.
Masalah yang muncul dalam mengatur waktu adalah jika setiap hari kita memiliki kegiatan dan sulit untuk dikontrol, maka masalah akan muncul. Masalah yang muncul tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu perencanaan yang tidak terorganisasi, tidak jelas, melenceng, tidak konsisten, tidak ada tujuan, dan kurang efektif dalam menggunakan waktu. Akan sangat membantu jika kita menuliskan beberapa masalah yang muncul dalam pengaturan waktu.
Sebagai mahasiswa yang memiliki waktu belajar dan aktivitas ekstra maupun intra sering kali ditemui banyak mahasiswa yang belum dapat mengatur waktu dengan cara efisien sehingga mereka mengalami kesulitan dalam mengatur jadwal yang tentunya sangat penuh dengan aktivitas dan juga kegiatan belajar.
Pada umumnya mahasiswa kurang memperhatikan kapan waktu luang yang dimiliki. Waktu luang yang dimaksud adalah waktu yang membebaskan kita dari segala aktivitas kuliah, krsus, atau kegiatan yang lain (Alan Lakein, 2007: 11).
Namun hali ini tidak menjadi alasan bagi mahasiswa dalam memanfatkan waktu luang yang ada setelah selesai perkuliahan, misalnya ke perpustakan untuk memperbanyak pengetahuan atau referensi yang ada.
Waktu luang merupakan bagian yang terpenting bagi setiap orang. Sebagaimana diketahui bahwa pada hakekatnya kehidupan manusia khususnya mahasiswa selalu ditandai dengan berbagai aktivitas atau kegiatan, seperti kegitaan belajar, privat, kursus, dan bekerja, yang selalu terikat oleh waktu aktif, dalam arti kegiatan tersebut selalu berhubungan dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Namun dalam mengisi kegiatan di luar jam tersebut tentunya memerlukan waktu, terlihat penggunaan waktu luang banyak di manfaatkan sebagai cara untuk mencapai tujuan sesuai dengan kebutuhan, melalui kegiatan yang dipilih pada dasarnya akan mendapatkan kepuasan, sebaliknya kegagalan dalam memenuhi kebutuhan akan mendapatkan kekecewaan terhadap perkembangan hidup selanjutnya.
Kebutuhan semua orang dalam hal ini mahasiswa pada umumnya yang harus terpenuhi adalah kebutuhan akan kegiatan-kegiatan dalam memanfaatkan waktu luangnya, hal ini sejalan dengan pendapat Wing Haryono (1978) menyebutkan pengertian waktu luang sebagai berikut : “Waktu luang adalah waktu kosong pada saat mana orang dapat beristirahat, berrekreasi dan sebagainya…waktu luang adalah waktu berlebihan atau waktu pada saat mana orang relative bebas untuk berbuat sesuatu”.
Dalam hal ini waktu luang merupakan waktu yang bebas yang tidak terikat dari kegiatan rutinitas, yang bermanfaat untuk mencari kesenangan, relaksasi dan pengembangan diri.
Dalam mengisi waktu luang setiap mahasiswa dapat menentukan kegiatannya sendiri sesuai dengan keinginannya, dapat diketahui secara umum waktu aktif khususnya para mahasiswa sangat terbatas yaitu terhitung 7 – 8 jam perhari, sedangkan waktu kosong lebih besar antara 8 – 9 jam perhari dari waktu aktif, itu terhitung di luar jam istirahat malam, belum lagi di tambah dengan hari minggu dan hari-hari libur lainnya.
Dalam aktivitasnya semua orang khususnya para mahasiswa tentunya berbeda. Hal ini berkaitan dengan motivasi dari tiap individu itu sendiri. Selaras dengan apa yang diungkapkan oleh Filmors yang dikutip, oleh Efendi (1989) sebagai berikut: “Motivasi akar katanya adalah motif, sehingga motivasi diartikan sebagai berikut: Motivation is an energizing condition of the organism that serves to direct that organism toward the goal of certain class”.
Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi diartikan sebagai suatu kondisi (kekuatan/dorongan) yang menggerakan organisme (individu) untuk mencapai suatu tujuan atau beberapa tujuan dari tingkat tertentu, atau dengan kata lain motif itu menyebabkan timbulnya semacam kekuatan agar individu berbuat, bertindak, atau bertingkah laku.
Namun pada hakekatnya yaitu mahsiswa pada umumnya tidak memanfaatkan waktu luang mereka dengan sebaik-naiknya, mereka sama sekali tidak berinisiatif untuk pergi ke perpus untuk mencari reverensi atau pengetahuan-pengetahuan selain yang mereka dapat dalam perkuliahan.
Hal tersebut terlihat pada mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo, Fakultas Ilmu pendidikan dan yang lebih khsusnya mahasiswa Jurusan Manjemen pendidikan yang keseharianya setiap selesai kuliah hanya berfoya-foya tak menentu.
Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik untuk menulis karaya ilmiah “Pemanfaatan Waktu Luang”.

1.2    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas untuk menghindari adanya kesimpangsiuran dalam penyusunan makalh ini maka penulis membatasi masalah-masalah yang akan di bahas diantaranya:

1.Bagaiman Mahsiswa MP dalam mememanfatkan waktu luang ?
        2.Faktor-faktor apa yang mempengaruhi mahasiswa dalam memanfatkan waktu luang ?

1.3    Tujuan Penulisan
Dalam penyusunan makalh ini, penulis mempunyai beberapa tujuan, yaitu:
1.Untuk mengetahui bagaimana mahasiswa dalam memanfaatkan waktu luang.
2.      Untuk mengetahui factor-faktor apa saja yang mempengaruhi mahsiswa dalam memanfaatkan waktu luang
1.4  Manfaat penulisan
       Manfaat penulisan karya ilmiah ini untuk dapat memberikan pengetahuan bagi sipembaca dan penulis khsusnya mahasiswa bagaimana memanfaatkan waktu luang yang baik. Agar waktu tidak hanya terbuang atau habis begitu saja ke hal-hal yang tidak bermanfaat.

BAB II
KAJIAN TEORI DAN PEMBAHASAN

2.1 Landasan Teori
A. Definisi waktu luang
Dalam bahasa inggris pengertian waktu luang dikenal dengan sebutan leisure. Sedangkan kata leisure berasal dari bahasa latin licere, yang mempunyai arti diizinkan (to be permitted) atau menjadi bebas (to be free). Oleh karena itu loisir yang berasal dari bahasa Prancis mengandung arti waktu luang (free time). Jadi secara keseluruhan, waktu luang dapat di definisikan sebagai terlepas dari segala tekanan (freedom from constraint), adanya kesempatan untuk memilih (opportunitiy to choose), waktu yang tersisa usai kerja (time left over after more) atau waktu luang setelah mengerjakan segala tugas yang telah menjadi kewjiban (free time after obligatory social duties have been met) (Torkildesen Gorge, 1992: 25).
Berdasarkan teori yang disebutkan oleh Torkildesen Gorge di dalam bukunya Leisure and Receration Manajemen, waktu luang dimulai sejak revolusi industry, yang terjadi di abad 20, hingga tercatat beragam definisi waktu luang diantaranya:
1.      Waktu luang sebagai waktu
Waktu luang sebagai waktu digambarkan sebagai waktu senggang setelah segala kebutuhan yang muda dilakukan telah selesai dilakukan. Yang mana, hal ini memberikan tambahan waktu (surepus time) untuk melakukan segala hal sesuai dengan keinginan. Pernyataan tersebut di dukung oleh Brightbil yang berabggapan bahwa: ‘’waktu luang erat kaitanya dengan waktu apabila masuk dalam kategori discrtioneri time, yaitu: waktu yang digunakan menurut penilaian dan pilihan kita sendiri (Alan Lakein, 2007: 21).

2.      Waktu luang sebagai aktivitas
Waktu luang merupakan sesuatu yang terbentuk dari berbagai macam kegiatan baik itu sifatnya mendidik atau menghibur. Pernyataan ini di dasarkan oleh pengakuan dari pihak The International Group Of The Sosial Science Of Lesure yang menyatakan bahwa: “waktu luang berisikan berbagai macam kegiatan yang mana seorang akan mengikuti keinginanya sendiri baik untuk beristirahat, menghibur diri sendiri, menambah pengetahuan atau mengembangkan keterampilanya secara objektif atau untuk meningkatkan keikutsertaan dalam bermasyarakat setelah ia melepaskan diri dari pekerjaanya, keluarga dan social” (Trokildesen gorge, 1992: 27).

3.      Waktu luang sebagai suasana hati atau sikap mental yang positif
Sebagaisuatu suasana hati atau sikap yang positif (state of being), Pierer beranggapan bahwa: “ waktu merupakan hal yang berhubungan dengan kejiwaan dan sikap yang berhubungan dengan hal-hal keagamaan, hal ini bukan di karenakan oleh factor-faktor yang dating dari luar. Hal ini juga bukan merupakan, liburan, ahir pecan, atau libur panjang. Sejak awal, ia merupakan suatu keadaan dalam jiwa atau sikap dalam suatu pola pemikiran” (Torkildesen Gorge, 1992:27).

4.      Waktu luang sebagai sesuatu yang memiliki arti yang luas
Waktu luang sebagai relaksasi, hiburan, dan pengembangan diri. Dengan dalam mencari kebahagiaan, berhubungan dengan tugas baru, kebijakan baru, dan kebudayaan baru (Torkildesen Gorge, 1992:28).

5.      Waktu luang sebagai gaya hidup
Seperti yang di jelaskan oleh Goodale and Godaye dalam the evolution of leuseur bahwa: “waktu luang adalah suatu kehidupan yang bebasi tekanan-tekanan yang berasal dari luar kebudayaan seseorang dan lingkunganya sehingga mampu untuk bertindak sesuai rasa kasih yang tak terrelakan yang bersifat menyenankan, dan menyediakan sebuah dasar keyakinan (Torkildesen Gorge, 1992:29).

B. Devinisi Waktu Luang Menurut Para Ahli
“Aristoteles dan Thomas Aquinas berpendapat bahwa waktu senggang adalah saat di mana manusia hidup secara paling penuh. Itulah saat di mana manusia bereksistensi sesuai dengan esensinya sebagai manusia. Maka, pelenyapan waktu senggang dari kehidupan manusia merupakan penghapusan visi kemanusiaan tersebut. Padahal Aristoteles pernah berkata bahwa kita bekerja agar dapat menikmati waktu senggang.”
(Sukadji 2000:5-6) melihat arti istilah waktu luang dari 3 dimensi. Dilihat dari dimensi waktu, waktu luang dilihat sebagai waktu yang tidak digunakan untuk “bekerja”; mencari nafkah, melaksanakan kewajiban, dan mempertahankan hidup. Dari segi cara pengisian, waktu luang adalah waktu yang dapat diisi dengan kegiatan pilihan sendiri atau waktu yang digunakan dan dimanfaatkan sesuka hati.
Dari sisi fungsi, waktu luang adalah waktu yang dimanfaatkan sebagai sarana mengembangkan potensi, meningkatkan mutu pribadi, kegiatan terapeutik bagi yang mengalami gangguan emosi, sebagai selingan dan hiburan, sarana rekreasi, sebagai kompensasi pekerjaan yang kurang menyenangkan, atau sebagai kegiatan menghindari sesuatu.
Di lihat dari beberapa devinisi di atas dapat disimpilkan bahwa waktu luang adalah waktu dimana kita mempunyai kebebasan untuk berbuat, kebebasan yang tak punya tekanan apapun baik tugasaupun pekerjaan yang kita miliki.

2.2 Temuan Lapangan
Di tengah kesibukan kuliah, membuat tugas yang berjibun, mengetik makalah, praktikum, dan kerja praktik, pasti mahasiswa masih memiliki waktu luang. Sayangnya, banyak mahasiswa yang tak memanfaatkan waktu luangnya secara produktif.
Padahal, banyak hal bisa dilakukan mahasiswa untuk memperkuat atau mempersiapkan diri untuk masuk ke pasar kerja atau bahkan dunia wirausaha. Karena kuliah hanya menjadi kegiatan formal, dan mahasiswa tidak "memperkaya" diri atau membuka wawasan akan hal lain, maka tak heran jika setelah wisuda mahasiswa semacam itu akan tergagap-gagap saat harus bertarung di pasar kerja, atau tidak menjadi kreatif dengan menciptakan lapangan kerja untuk dirinya.
Dibawah ini beberapa temuan lapangan dari mahsiswa jurusan manajemen pendidikan tetang bagaimana mereka dalam memanfaatkan waktu luang mereka setelah perkuliahan.
Asrul M Musa mahsiswa jurusan Manajemen Pendidikan mengatakan bahwa setelah selesai kuliah ia langsung pulang kerumah dan nonton, main game serta tidur.
Menurut Dedi, mahasiswa memiliki tanggungan menyelesaikan tugas makalah dan laporan praktikum (bagi yang kuliah di jurusan eksakta) di luar jam kuliah. Akan tetapi, ini adalah hal yang lumrah. Anggap saja itu adalah hidangan lezat yang harus dinikmati. Tapi umumnya mahsiswa selalu menjadikan wktu luang yang begitu banyak sebagai alas an untuk mengerjakan tugasi dosen.
David Lasabah menyatakan: aktivitas nongkrong dan hura-hura adalah hal yang biasa dilihat di kampus saat ini khsusnya jurusan manajemen pendidikan. Mahasiswa identik dengan kendaraan mewah dan model-model pakaian disertai teknologi yang canggih, seperti laptop, notebook, dan sebagainya. Tapi tidak dengan buku dan perpustakaan.

2.4 Pembahasan
Berdasarkan teori dan temuan lapangan bahwa mahasiswa dalam memanfaatkan waktu luang mereka lebih banyak berhura-hura dari pada membaca buku atau ke perpustakaan untuk menambah pengetahuan atau melakukan hal-hal yang bersifat fungsional bagi mereka.
Padahal waktu luang merupakan bagian yang terpenting bagi setiap orang. Sebagaimana diketahui bahwa pada hakekatnya kehidupan manusia khususnya mahasiswa selalu ditandai dengan berbagai aktivitas atau kegiatan, seperti kegitaan belajar, privat, kursus, dan bekerja, yang selalu terikat oleh waktu aktif, dalam arti kegiatan tersebut selalu berhubungan dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Namun dalam mengisi kegiatan di luar jam tersebut tentunya memerlukan waktu, terlihat penggunaan waktu luang banyak di manfaatkan sebagai cara untuk mencapai tujuan sesuai dengan kebutuhan, melalui kegiatan yang dipilih pada dasarnya akan mendapatkan kepuasan, sebaliknya kegagalan dalam memenuhi kebutuhan akan mendapatkan kekecewaan terhadap perkembangan hidup selanjutnya.
Kebutuhan semua orang dalam hal ini mahasiswa pada umumnya yang harus terpenuhi adalah kebutuhan akan kegiatan-kegiatan dalam memanfaatkan waktu luangnya, hal ini sejalan dengan pendapat Wing Haryono (1978) menyebutkan pengertian waktu luang sebagai berikut : “Waktu luang adalah waktu kosong pada saat mana orang dapat beristirahat, berrekreasi dan sebagainya…waktu luang adalah waktu berlebihan atau waktu pada saat mana orang relatif bebas untuk berbuat sesuatu”. Dalam hal ini waktu luang merupakan waktu yang bebas yang tidak terikat dari kegiatan rutinitas, yang bermanfaat untuk mencari kesenangan, relaksasi dan pengembangan diri.
Dalam mengisi waktu luang setiap mahasiswa dapat menentukan kegiatannya sendiri sesuai dengan keinginannya, dapat diketahui secara umum waktu aktif khususnya para mahaiswa sangat terbatas yaitu terhitung 7 – 8 jam perhari, sedangkan waktu kosong lebih besar antara 8 – 9 jam perhari dari waktu aktif, itu terhitung di luar jam istirahat malam, belum lagi di tambah dengan hari minggu dan hari-hari libur lainnya
Kenyataan ini di buktikan berdasarkan temuan lapangan baik sesi wawancara maupun secara kasat mata. Hal ini di sebakan beberapa factor yaitu: (1) factor motivasi intrisik, kurangnya kemauan dari dalam diri mahasiwa untuk berusaha menggunakan waktu luang untuk mencari reverensi atau baca buku serta hal-hal yang bersifat fungsional; (2) motivasi ekstrinsik, yakni khsusnya dari pihak dosen yang hanya membiarkan mahsiswanya berkeliaran setelah kuliah serta pengaruh-pengaruh lingkungan luar dimana mahsiswa berada; (3) mahsiswa selalu diperhadapkan dengan masalah ekonomi yang membuat stress, sehingga waktu luang lebih di gunakan untuk sanatai ataupun hura-hura; (4) tidak dapat menbagi waktu karena tidak memiliki jadwal tertentu untuk mengatur waktu.
Dapat di ambil kesimpulan bahwa pemanfaatn waktu luang juga sangat berpengaruh pada keberhasilan atau prestasi mahasiwa, karena didalamnya terdapat beberapa factor yang sangat berpengaruh, selain itu juga teori motivasi sangaat berperan untuk mahsiswa agar dapat menggunakan atau memanfaatkan waktu luang mereka, karena dorongan dalam diri juag sangat nerperan untuk memanfaatakan waktu serta mengetahu bagaimana memenets waktu.

2.5 Solusi
Memang tidak mudah mengisi waktu luang secara produktif, apalagi yang bisa mendukung ”perjuangan” di masa depan. Persoalan mengisi waktu luang akan teratasi jika kita membuka pikiran terhadap kemungkinan-kemungkinan baru yang makin memperluas cakrawala berpikir. Hal-hal yang perlu di lakukan untuk mengatasi masaalh di atas antara lain;
Ø  Memiliki tujuan untuk apa kita kuliah
Memiliki tujuan membuat kita untuk berusaha ingin mencapai tujuan yang di inginkan itu dengan cara kita membagi waktu. Karena akan ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita. Untuk apa kita hidup/kuliah ? bagaimana kita akan mengisi waktu selama 4 tahun kedepan, sehingga aka nada kesadaran untuk menggunakan waktu dengan baik.
Ø  Membuat kalender jadwal mingguan
            Selain mempunyai tujuan mahasiwa pun harus membuat kelender  jadwal mingguan. Dalam kalender  ini tertuang setiap detail strategi yang harus lakukan untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan. Dengan demikian kita da;pat melihat sekaligus menilai kegiatam kita seminggu dalam hal apakah kita lakuakan.
Ø  Buatlah belajar mingguan
            Dalam belajar mingguan ini tuankan di dalamnya belajar mingguan. Blok waktu un tuk belajar mandiri, kelompok, olah raga bermain dan lain-lain.
Ø  Merencanakan kapan waktu istirahat dan bermain
            Otak manusia memiliki batas maksimal di ajak kosentrasi. Jika otak di paksa kosentrasi melebihi batas maksimal maka proses pembelajaran menjadi tidak efektif. Kita bukanlah robot yang bias bekerja dan belajar seharian. Rencanakan waktu untuk santai dan bermain.

Ø  Kurangi bergaul dengan teman yang suka santai
            Teman yang suka merupakan factor utama untuk menghalang anfa dalam menggunakan waktu luang untuk hal-hal yang bermanfaat.
Ø  Perbanyak waktu untuk keperpustakaan atau toko buku
            Dengan membaca baca buku akan menambah pengetahuan yang kita peroleh selain dari bangku kuliah.
                        Demikian adalah separuh dari solusi permasalahan yang menyangkut pemanfaatan waktu luang mahsiswa, kita semua dapat membauat strategi bagaimana memanfaatkan atau menggunakan waktu luang untuk hal-hal yang bermanfaat.





















BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Waktu luang merupakan bagian yang terpenting bagi setiap orang. Sebagaimana diketahui bahwa pada hakekatnya kehidupan manusia khususnya mahasiswa selalu ditandai dengan berbagai aktivitas atau kegiatan, seperti kegitaan belajar, privat, kursus, dan bekerja, yang selalu terikat oleh waktu aktif, dalam arti kegiatan tersebut selalu berhubungan dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Namun dalam mengisi kegiatan di luar jam tersebut tentunya memerlukan waktu, terlihat penggunaan waktu luang banyak di manfaatkan sebagai cara untuk mencapai tujuan sesuai dengan kebutuhan, melalui kegiatan yang dipilih pada dasarnya akan mendapatkan kepuasan, sebaliknya kegagalan dalam memenuhi kebutuhan akan mendapatkan kekecewaan terhadap perkembangan hidup selanjutnya.

3.2 Saran
Smogga pembaca dapat menjadikan karya tulis ilmiah ini sebagai motivasi bagaiman kita dapat memanfaatkan waktu luang yang selama ini hanya terbuang begitu saja. Khsus bagi mahasiswa semogga karya tulis ini bermanfaat serta memberikan dorongan untuk memanfaatkan waktu luang denagan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, 2002.  Psikologi Umum. Jakarta: PT. Angkasa.

Hutagalung, ronal. 2006. Menjadi pemenang dalam kelas dan kehidupan.Makasar :                                                                                                                              Ideas publishing.

Gorge, Torkildesen. 1992. Lesiure and Rekeration. (http://devinisiwaktuluang.in/ceb). Diaskes 7 mei 2011

Lakein, Alan. 2007. Manajemen Waktu. Jakarta: Mata Katulistiwa

Johar, ben. 2005. Terampil berbahasa Indonesia. Bandung: Rajawali Pers.

Effendi (1993) Motivasi Dalam Pembelajaran. Jakarta: PT. Angkasa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar