Jumat, 27 Juli 2012

contoh latar belakang masalah (penggunaan waktu luang)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu wahana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena keberhasilan dunia pendidikan sebagai faktor penentu tercapainya tujuan pembangunan nasional di bidang pendidikan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal tersebut diperlukan sebagai bekal dalam rangka menyongsong datangnya era global dan pasar bebas yang penuh dengan persaingan.
Dengan melihat kenyataan pada masa pembangunan sekarang ini dapatlah kita semua maklumi betapa pentingnya pendidikan. Tanpa pendidikan kita tidak mungkin dapat menciptakan dan mewujudkan manusia yang mampu bekerja untuk menunjang pembangunan di Negara kita.
Pada hakekatnya pendidikan merupakan usaha sadar untuk membentuk generasi muda agar memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup, mereka betul-betul ikut serta mengambil  bagian  dalam   melaksanakan  cita-cita   bangsa  dan   Negara.  Menurut Rahmat
(2010:26) bahwa secara luas, pendidikan dapat didefinisikan sebagai upaya sadar untuk menyiapkan peningkatan kehidupan peserta didik yang mandiri dan berbudaya harmonis, yaitu memiliki moral dan akhlak mulia, profesi yang dilandasi ilmu pengetahuanteknologi dan atau seni tepat guna, dan memiliki kreativitas terpuji yang menyejukkan dan membawa kedamaian yang bernilai indah sehingga kehidupannya lebih baik.

Proses pendidikan dan pengajaran di Indonesia diarahkan kepada pencapaian tujuan yaitu pembentukan manusia seutuhnya sehingga berguna bagi usaha tiap pribadi untuk mencapai kebahagiaan hidupnya serta berguna bagi kepentingan Bangsa, Negara dan Agamanya. kesimpulannya untuk meningkatkan kecerdasan dan keterampilan perlu adanya pendidikan. Karena menurut rahmat (2010:24) bahwa “Pendidikan berperan penting dalam proses belajar peserta didik untuk meningkatkan kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air”.
Setiap lembaga pendidikan formal menjabarkan tujuan pendidikan nasional yang diharapkan tercapai dalam satuan pendidikan yang disediakan untuk lembaga-lembaga pendidikan itu sendiri. Maka setiap lembaga pendidikan formal menyusun sejumlah pengalaman-pengalaman belajar dan beberapa kegiatan tersebut untuk mengisi waktu luang mereka, sehingga apabila peserta didik telah menempuh kegiatan belajar, kegiatan akademik dan pengalaman belajar yang disajikan itu, mereka akan menjadi manusia yang akan dicita-citakan oleh lembaga pendidikan yang dimasukinya.
Pencapaian tujuan pendidikan formal yang diselenggarakan di lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh banyak faktor yang saling terkait. Salah satunya adalah faktor penggunaan waktu luang di luar jam belajar. Besarnya pemanfaatan ini tergantung pada jenis kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik tersebut. Ada kegiatan yang memberikan nilai tambah yang tinggi bagi pengembangan diri, sementara itu ada pula kegiatan yang sebaliknya yaitu kegiatan yang tidak memberikan manfaat apa-apa, bahkan merugikan bagi pengembangan diri peserta didik. Menurut Lakein (2007:5) bahwa “menggunakan waktu secara efektif adalah sebuah keterampilan. Dengan demikian orang perlu belajar dan membiasakan dilaksanakanya keterampilan itu dalam kehidupan sehari-hari. Mengapa demikian, sebab manusia harus benar-benar menjadi pengatur waktu bukan budak waktu”.
Keberhasilan peserta didik dalam belajar tergantung dari bagaimana sikap mereka dalam menggunakan waktu luangnya untuk belajar. Namun kegiatan yang dilakukan oleh mereka di waktu senggang tidak hanya untuk belajar, melainkan digunakan juga untuk kegiatan lain, seperti menonton televisi, bermain bersama teman, mengikuti kegiatan organisasi, dan lain-lain. Di antara kegiatan tersebut tentunya ada yang lebih dominan yang mereka lakukan, yang akhirnya dapat mempengaruhi prestasi belajarnya.
Penggunaan waktu luang oleh mahasiswa baik yang berpengaruh positif maupun negatif, khususnya di Universitas Negeri Gorontalo dipengaruhi oleh beberapa fakor, diantaranya faktor keluarga. Namun, mahasiswa yang dikategorikan pada usia remaja ini biasanya cenderung merasa dewasa dan melepaskan ketergantungan pada keluarganya. Hal inilah yang menyebabkan pada usia ini mahasiswa sulit untuk diatur oleh keluarganya.
Fenomena yang sering terlihat saat ini, adalah ketika mahasiswa  berada di luar jam  kuliah sebagian kecil dari mereka yang menggunakan waktu luangnya untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuler seperti kepalangmerahan, kepramukaan, LDK, ataupun kegiatan keorganisasian lainya, tetapi sebagian besar kemenghabiskan waktunya di mall untuk sekedar jalan-jalan, dipusat permainan play station atau sekedar ngobrol di rumah/ kost teman. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam pemilihan kegiatan untuk mengisi waktu luang adalah penghasilan orang tua yaitu, dengan tingginya penghasilan orang tua maka kemungkinan tersedianya fasilitas belajar misalnya buku-buku, alat tulis, komputer, dan lain-lain dapat terpenuhi. Namun, tingginya penghasilan orang tua juga dapat berpengaruh buruk jika tidak dimanfaatkan dengan baik. Misalnya dengan tingginya penghasilan orang tua maka siswa tersebut bisa mendapatkan uang saku yang berlebihan dan akan banyak menggunakan waktunya untuk berbelanja di mall atau menghabiskannya dengan berkumpul bersama tema-temannya.
Dengan keaktifan mahasiswa dalam menggunakan waktu luang, mahasiswa akan mendapatkan tambahan pemahaman dan perubahan tingkah laku (perilaku) sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki tetapi juga yang pada perubahan perilaku yang baik seperti tolong-menolong dan sebagainya.
Maka solusinya dengan adanya kemajuan-kemajuan dalam bidang Ilmu Pengetahuan ini, sebagai pengajar harus mampu meningkatkan kemampuannya, pengalaman dan pengetahuan sesuai dengan bidangnya serta mampu mengarahkan peserta didiknya untuk mengikuti kegiatan kegiatan non-akademik yang ada dilingkungan belajar khususnya di Universitas  Negeri  Gorontalo,  sehingga  waktu  luang mereka tidak hilang percuma. Karena
menurut herawan dan hartini (2011:229) bahwa tenaga pendidik dan kependidikan dalam proses pendidikan memegang peranan strategis terutama dalam upaya membentuk watak bangsa melalui pengembangan kepribadian dan nilai-nilai yang diinginkan. Dipandang dari dimensi pembelajaran, peranan pendidik (guru, dosen, pamong pelajar, instruktur, tutor, widyaiswara) dalam masyarakat indonesia tetap dominan sekalipun teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran berkembang amat cepat. Hal ini disebabkan karena ada dimensi-dimensi proses pendidikan, atau lebih lagi proses pembelajaran, yang diperankan oleh pendidikyang tidak dapat digantikan oleh teknologi.

Adanya pelaksanaan kegiatan diluar jam perkuliahan yang harus diikuti oleh mahasiswa untuk mengisi waktu luang mereka, dimungkinkan tidak terdapat penyalagunaan penggunaan waktu luang mahasiswa. Masalah waktu luang di dalam perkuliahan adalah masalah yang serius bagi mahasiswa, oleh karena itu penting diperhatiakan agar tidak merugikan mahasiswa itu sendiri.
dilingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo sendiri pada kegiatan non-akademik sering diadakanya kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler salah satunya yang baru saja diadakan adalah Acara Dekan CUP yang mempertandingkan antar jurusan dalam bidang olah raga maupun kesenian. namun Kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang ada di Fakultas Ilmu Pendidikan ini hendaknya memperhatikan kewajiban mahasiswa yakni mendapatkan pelajaran yang penuh. Sehingga didalam perkuliahan tidak akan lagi terjadi penyalagunaan penggunaan waktu luang.
Kegiatan-kegiatan yang di atas diadakan  bertujuan untuk memicu semangat mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan untuk meraih prestasi yang tinggi di Universitas bukan sekedar menghabiskan waktu saja. Dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler maka ia harus dapat membagi dan menggunakan waktu itu sebaik-baiknya. Penggunaan waktu luang untuk segala kegiatan ekstrakirikuler diharapkan mahasiswa tidak akan ketinggalan pelajaran dan dapat meraih prestasi yang tinggi sesuai dengan tujuan belajarnya walaupun waktu mereka sebagian digunakan untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler diluar jam perkuliahan mereka. Menurut Lakein (2007:5) bahwa “pada hakikatnya, waktu terus mengalir dan tidak bisa kembali. Jadi, menyia-nyiakan waktu sama halnya menyia-nyiakan hidup itu sendiri; sedangkan jika anda berhasil memanfaatkan waktu tersebut berarti anda telah berhasil mengisi hidup dengan baik”.
jadi pada kesimpulanya masalah penggunaan waktu luang merupakan hal yang penting dalam belajar. Karena menggunakan waktu yang sebaik-baiknya sangat mempengaruhi keberhasilan mahasiswa dalam belajar.


by : Darmawan Thalib

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar